Ahok Bantah “Kartu Jakarta Lansia” dan “Pasukan Merah” Program Dadakan

0
65

GUNUNGPOKER AGEN POKER ONLINE TANPA ROBOT

 

LiputanLive.com –┬áJAKARTA, Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menampik bahwa rencana pembentukan “pasukan merah” dan “Kartu Jakarta Lansia” disebut sebagai program dadakan yang sengaja diangkatnya pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Ahok, dia sudah lama membantu warga lansia tiap bulannya dengan menggunakan uang operasional.

“Itu yang kritik siapa, saya tanya, kamu mau saya keluarin daftar lansia yang saya kasih (bantuan) dengan uang operasional saya,” kata Ahok, di Jalan Proklamasi Nomor 53, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/3/2017).

(Baca juga: Taufik Pertanyakan Rencana Ahok Bentuk “Pasukan Merah” di Masa Kampanye)

Ahok mengatakan, dirinya sudah memberi bantuan kepada lansia melalui transfer Bank DKI. Hanya saja, menurut dia, tidak semua lansia dapat dibantu melalui uang operasionalnya.

Masih banyak lansia kurang mampu dan sudah tak bekerja lagi yang mesti dibantu. Oleh karena itu, kata dia, pemberian bantuan itu perlu dianggarkan dalam APBD DKI Jakarta.

“Semua uang operasional, saya transfer untuk bantu orang. Kamu tanya akuntan saya,” kata Ahok.

Terkait pasukan merah, lanjut dia, sebenarnya sudah ada sejak lama, yakni pekerja harian lepas (PHL) Dinas Perumahan yang kerap bekerja di rumah susun.

PHL itu akan diberi seragam merah, sama halnya dengan PHL dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya yang juga memiliki pasukan berwarna.

Adapun ide pembentukan pasukan merah ini berawal dari kegagalan realisasi Kampung Deret.

GUNUNGPOKER AGEN POKER ONLINE TANPA ROBOT

Untuk mengerjakan Kampung Deret, kata dia, memerlukan mekanisme yang sulit, mulai dari pengukuran, pemetaan, hingga lelang kontraktor.

Menurut Ahok, renovasi rumah lebih baik dilakukan sendiri tanpa mekanisme lelang.

(Baca juga: Keinginan Ahok-Djarot Bentuk “Pasukan Merah” dan Isu Penggusuran)

Pasukan merah nantinya bertugas renovasi rumah warga yang tidak mampu, khususnya mengganti atap rumah dengan baja ringan.

“Sama saja kayak dokter yang program ‘Ketok Pintu Layani dengan Hati’, kenapa enggak disebut pasukan putih? Itu warga yang kasih warna sebetulnya. Nah ini yang (renovasi) rumah juga pasukan merah,” kata Ahok.

(Baca juga: Mengapa Ahok-Djarot Baru Keluarkan Kartu Jakarta Lansia Sekarang?)

 

 

(Kompas.com)

LEAVE A REPLY