BlackBerry Gandeng Tiphone Rakit Ponsel Android di Indonesia

0
282

RUMAHKIUKIU AGEN POKER TANPA BOT

LiputanLive.com — BlackBerry Limited membentuk perusahaan joint venture di Indonesia, bernama PT BB Merah Putih. Selanjutnya, perusahaan tersebut akan berperan memproduksi dan memasarkan handset Android BlackBerry di Indonesia.

Untuk memproduksi handset, BB Merah Putih bekerja bersama dengan vendor ponsel lokal, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, yang juga tergabung dalam joint venture tersebut. Perakitannya bakal dikerjakan langsung di Indonesia.

Perusahaan joint venture ini dan afiliasinya secara total memiliki hampir setengah dari pasar mobile di Indonesia. Tiphone adalah afiliasi dari PT Telkom, operator terbesar di Indonesia.

“BB Merah Putih terdiri dari perusahaan dengan latar belakang yang kuat dalam menyediakan layanan mobile yang inovatif kepada para pelanggannya,” ujar CEO BlackBerry, John Chen, dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Rabu (28/9/2016).

“Joint venture yang baru terbentuk ini sebagai kemitraan sempurna untuk menawarkan software untuk mobile BlackBerry yang aman dan terpercaya, tersedia secara eksklusif bagi konsumen Indonesia,” lanjutnya.

RUMAHKIUKIU AGEN POKER TANPA BOT

Sementara itu, menurut Tiphone, BlackBerry merupakan salah satu merek yang dipercaya dan dihormati di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan tersebut memutuskan untuk tergabung dalam perusahaan joint venture BB Merah Putih tersebut.

Lebih lanjut, perangkat bikinan BB Merah Putih akan menjalankan software Android bikinan BlackBerry.

“Memanfaatkan software Android BlackBerry yang aman akan menjadi kesempatan yang sangat berarti bagi kami, dan kami berharap untuk menghasilkan perangkat inovatif dan berkualitas tinggi bagi para pelanggan kami di Indonesia,” kata CEO PT Tiphone Mobile Indonesia, Tbk, Tan Lie Pin.

Sebelumnya, BlackBerry menyatakan telah “melempar handuk putih” alias menyerah dalam memproduksi handset BlackBerry. Pihak tersebut pun memutuskan untuk menutup bisnis ponselnya.

Keputusan BlackBerry untuk berhenti membuat handset dan meng-outsource ke rekanan diambil setelah gagal memasarkan produk smartphone Android sendiri untuk mengembalikan minat pengguna.

 

Sumber : Kompas.com

LEAVE A REPLY