“Man Jadda Wajada” dan Upaya Ahok Dekati Partai Pengusung Agus-Sylvi

0
76

GUNUNGPOKER AGEN POKER ONLINE TANPA ROBOT

 

LiputanLive.com –┬áJAKARTA, “Man Jadda Wajada”, pepatah Arab itu yang diucapkan calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat menjawab pertanyaan awak media mengenai upaya berkoalisi dengan partai politik pengusung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Man Jadda Wajada” terdiri dari tiga suku kata, yaitu “man” yang berarti “siapa”, “jadda” yang berarti “bersungguh-sungguh”, dan “wajada” yang berarti “mendapatkan atau berhasil”.

Dengan demikian, “man jadda wajada” berarti “siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan berhasil”.

(Baca juga: Ahok: Kalau Hasil Survei Sesuai, Jakarta Punya Gubernur Baru Namanya Anies)

Ada empat partai politik pengusung pasangan Agus-Sylvi pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2017, yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pada Rabu (22/3/2017) kemarin, PAN resmi menyatakan dukungan mereka untuk pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ahok tak mempermasalahkan dukungan PAN terhadap Anies-Sandiaga tersebut.

“Enggak apa-apa, wajar-wajar saja kok. Kami tetap usaha dong (mendekati partai politik lain), namanya ‘man jadda wajada’,” kata Ahok seraya tersenyum dan meninggalkan wartawan, di Jalan Proklamasi Nomor 53, Menteng, Jakarta Pusat.

Meski demikian, Ahok enggan membicarakan soal upayanya dalam membentuk koalisi dengan parpol pengusung Agus-Sylvi. Dia menyerahkan hal itu kepada tim pemenangannya.

“Saya enggak tahu, tanya sama orang (partai) politik deh. Nanti dilihatnya tanggal 19 April (hari pemungutan suara),” kata Ahok.

Hingga kini, belum ada partai politik pengusung Agus-Sylvi yang menyatakan dukungan kepada pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

(Baca juga: Ahok: Kata Pasangan Nomor 3, Mana Ada Sih Program Asli Ahok-Djarot)

Setelah gagal menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai gubernur DKI Jakarta, Partai Demokrat memilih non-blok pada putaran kedua.

Partai Demokrat kemudian membebaskan kadernya untuk memilih antara Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga.

Sementara itu, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyatakan, sampai saat ini ia belum bisa memutuskan arah dukungan partainya untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Menurut Romi, sapaan Romahurmuziy, pihaknya masih memerlukan waktu untuk mendengarkan aspirasi dari internal partai.

GUNUNGPOKER AGEN POKER ONLINE TANPA ROBOT

“Karena ada yang mendorong PPP mendukung Anies-Sandi, ada yang mendorong mendukung Ahok, ada juga yang mendorong untuk bersikap netral,” kata Romi, usai menghadiri pemakaman Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Kukusan, Depok, Kamis (16/3/2017).

Adapun partai politik yang disebut-sebut akan mendukung Ahok-Djarot adalah PKB. Wasekjen PKB Daniel Johan sempat menyambangi Ahok saat aktif menjabat Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, pada Kamis (2/3/2017).

Daniel mengakui, pertemuannya dengan Ahok untuk membicarakan Pilkada DKI Jakarta 2017.

(Baca juga: Kemunculan Agus Yudhoyono dan Keputusannya untuk Netral di Putaran Kedua)

Anggota tim pemenangan Ahok-Djarot, seperti Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Mohamad Sangaji alias Ongen, optimistis ada partai politik berbasis Islam yang segera menyatakan dukungan kepada Ahok-Djarot.

Begitu pula dengan Sekretaris tim pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily, serta kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Gembong Warsono.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada (partai politik yang deklarasi dukung Ahok-Djarot). Tapi kalau saya sebutin sekarang, nanti enggak surprise lagi,” kata Gembong.

Hanya saja, hingga kini, PKB belum menyatakan sikap mereka pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

 

 

(Kompas.com)

LEAVE A REPLY