Mengupas Sejarah Scramble Ducati Sixty2, Motor Gede dengan Gaya Retro Modern

0
243

Liputanlive.com –┬áDucati terkenal sebagai pabrikan motor gede yang dapat melaju bagaikan monster di jalanan. Namun, bukan hanya terkenal dengan motor tipe muscle, touring dan sportsaja. Ducati juga merupakan satu dari sedikit pabrikan motor besar yang terkenal dengan varian motor scrambler-nya.

Bahkan pabrikan asal Italia ini memiliki merek khusus untuk tiap varian scrambler yang dibuat, dengan nama Scrambler Ducati.

Sejarah Scrambler

Scrambler adalah salah satu aliran dari jenis sepeda motor yang diperuntukkan untuk kondisi jalan apa saja. Sejarah panjangnya dimulai dari modifikasi yang dilakukan pada ajang balap Scramble di era 1920an di Inggris.

Balapan tersebut merupakan perlombaan siapa yang tercepat menuju lokasi yang ditentukan menggunakan motor. Maka dilakukan modifikasi agar para pembalap dapat melalui jalur yang menyusuri dataran tinggi, jalanan tanah, sungai, lumpur, bahkan hutan sekalipun untuk memotong jalan.

Karena itu, karakter utama dari jenis motor scrambler adalah ground clearence yang tinggi, setang yang lebih lebar, dan pastinya segala yang tidak penting di sepeda motor dilepas agar beban motor menjadi lebih ringan.

Perjalanan Scramble Ducati

Scramble Ducati sudah dimulai sejak tahun 1962 hingga 1976. Scrambler Ducati generasi pertama (1962-1967) memiliki mesin sempit dengan frame ringan dan hanya dipasarkan di Amerika Serikat. Awalnya, model ini adalah modifikasi dari Ducati Diana dan dimodifikasi oleh Michael Berliner untuk keperluan dirt-track.

Semua model generasi pertama memiliki kapasitas mesin maksimal 250 cc. Beberapa model dari beberapa generasi itu adalah Scrambler 125 (1970-1971), Scrambler 250 (1968-1975), dan yang paling terkenal Scrambler 450 (1969-1976).

Kemudian, pada 2014 sebuah Ducati Scrambler 800 baru diperkenalkan dan mulai dijual di AS pada 2015. Model baru ini dilengkapi dengan mesin 800 cc yang semburkan tenaga 75 HP.

Dan pada pagelaran EICMA di Milan, Ducati mengeluarkan varian entry level Scrambler 400. Gaya dan rangka Scrambler 800 tetap dipertahankan, tetapi dengan bobot yang lebih ringan.

Tahun ini Indonesia resmi menjadi bagian dari keluarga Scramble Ducati. Pada bulan April 2016 lalu, Scrambler Ducati meluncurkan 5 varian produknya. Yaitu Sixty2, Icon, Classic, Urban Enduro, dan Full Throttle yang dilengkapi dengan mesin 400 cc serta 800 cc.

Scramble Ducati Sixty2, moge ideal untuk harian

Scrambler Ducati Sixty2 didesain untuk Anda yang menyukai motor model scrambledan menjadikannya tunggangan dalam kegiatan sehari-hari. Karena itu, Sixty2 datang dengan mesin 400 cc, moge entry level yang ideal digunakan harian.

Ground clearence tidak dibikin terlalu tinggi, untuk membuat pengendara merasa nyaman karena kaki masih bisa menampak dengan baik ke tanah. Setang yang lebar juga membuat badan tidak merunduk, artinya ketika digunakan untuk berkendara jarak jauh motor ini tidak mudah membuat pengendaranya merasa lelah.

Sok belakang yang mengusung model tunggal dibuat lebih unik. Penempatannya tak lagi di bagian kolong bawah, tapi pada bagian samping kiri yang langsung terkoneksi dengan sasis tengah, dan adjustable sehingga cukup nyaman meredam benturan. Bahkan mampu memberikan handling yang stabil ketika melibas di tikungan.

Pada sisi desain, Ducati benar-benar memberikan konsep retro modern yang cukup kuat dari sisi tampilan. Mulai dengan tangki yang dirancang seperti air mata lengkap dengan grafis detailing bertuliskan Scrambler, sampai beragam perlengkapan standarnya.

Tongkrongkan khas scrambler terlihat jelas dari jok yang dibuat lebih pendek mengikuti sasisnya, sampai penggunaan stang lebar lengkap dengan kaca spion berbentuk bulat. Bahkan bagian roda memiliki dimensi pelek lebih besar pada bagian depan, yakni 18 inci dibandingkan bagian belakangnya yang hanya 17 inci, akhirnya membuat desain motor ini lebih landai.

Guna menambah kesan retro, atribut kelengkapan lainnya seperti speedometer digital dan lampu utama mengusung model bulat, namun lebih modern karena sudah mengaplikasi LED.

Sixty2 menang hanya dimodali mesin berkapasitas 400 cc, tapi soal tenaga tidak kalah galak. Diatas kertas mesin ini mampu mengeluarkan tenaga sebesar 41 tk, sedangkan torsinya sebesar 34,6 Nm.

Dan setelah dilakukan uji coba dengan jalan-jalan di dalam kota, walaupun tergolong motor besar tapi ketika dihadapkan dengan kemacetan ringan tergolong enak untuk menyalip. Apalagi posisi kemudi yang tidak dibuat kaku

Tertarik menjajal motor scramble dari Ducati? Segera kunjungi pamerannya di The Land of Joy Exhibition Pondok Indah Mall 1, pada tanggal 12-18 Desember 2016. (Adv)

(Kompas.com)

LEAVE A REPLY