Partai Golkar baru say hello ke Ridwan Kamil

0
86

ALLSBOBET AGEN SBOBET ONLINE TERPERCAYA	LiputanLive.com – Nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil makin kencang berhembus sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat. Bahkan Partai Nasional Demokrat (NasDem) sudah ‘mencuri start’ mendeklarasikan dukungan politik untuk pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Beberapa partai politik dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan Ridwan Kamil. Partai Amanat Nasional (PAN) sudah memberi sinyal bakal ikut jejak NasDem mendukung Ridwan Kamil. PDIP juga dikabarkan beberapa kali berkomunikasi dengan Kang Emil.

Partai Golkar mengaku belum melakukan komunikasi politik dengan Wali Kota Bandung itu. “Saya jujur saja dengan Ridwan Kamil sudah pernah ketemu. Tapi belum komunikasi. Say hello sudah,” ujar Ketua Tim Pemenangan Pemilu Jawa 1 Partai Golkar Agun Gunanjar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (24/3).

Partai Golkar tidak menutup mata atas nama-nama yang mulai beredar sebagai bakal calon gubernur. Tidak hanya Ridwan Kamil tapi juga Dedi Mizwar, hingga Netty Heryawan, istri Gubernur Jabar saat ini Ahmad Heryawan. Golkar mengapresiasi langkah cepat NasDem mendukung Ridwan Kamil.

“Kita liat yang sudah mengambil langkah dan sudah deklarasikan Ridwan Kamil, saya berikan apresiasi mendorong dan memotivasi karena Golkar berniat ingin menjadikan Pilkada Jabar ini terbaik. Pilkada yang bisa jadi barometer nasional tentang konstruksi berbangsa dan bernegara kita yang dalam konstruksi bingkai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

ALLSBOBET AGEN SBOBET ONLINE TERPERCAYA

Golkar menyadari tidak bisa seorang diri bertarung di Pilgub Jabar. Sebab, untuk mengusung calon cagub dan cawagub minimal memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Barat. Sedangkan Golkar hanya memiliki 17 kursi. Otomatis membutuhkan rekan koalisi. Namun Golkar mensyaratkan, rekan koalisi nanti harus sepakat dengan kader Golkar sebagai calon gubernurnya.

“Golkar ngotot berusaha mengajukan calon gubernur karena Golkar pemenang nomor dua kursi kita 17 kursi persyaratan 20 kursi artinya kita juga harus lakukan koalisi dan yang amat sangat menentukan adalah kita berkoalisi dengan partai siapa? dan yang kedua tentang figurnya,” ucapnya.

 

Merdeka.com

LEAVE A REPLY